Symptom of problem and knowledge
- Baterai tidak bisa di cas
- Baterai / SoC di MID 0%
- Monitor panel / MID mati
- MID tidak muncul gambar " ON "
- Jam di MID error
- Rem ngunci, macet, gancet
- Motor mati mendadak
- Rush current batterai
- Socket baterai meleleh
- Charger overheat
- Motor low power, hilang tenaga, ngempos
- Controller rusak
- Apa arti SoC, SoH, C-rate dan Cycle count
- Treatment baterai
- Bunyi Duk Duk di area BLDC
- KWH meter PLN ngetrip atau njeklek saat ngecas
- Prosedur lepas pasang kabel/electrical
- Baterai boros, tidak seperti biasanya
- Tanda tanda belt sudah harus ganti
- Cara ganti drive belt
- Cara setting ketegangan drive belt
- Cek moving part
- Pengecekan rutin
Keterangan
1. Baterai tidak bisa di cas
A. Check lampu indikator pada Cas, jika berwarna hijau kemungkinan BMS protect karena baterai overheat. Baterai akan otomatis terisi saat temperatur sudah di bawah 50 derajat
B. Jika lampu pada charger berkedip merah 4 kali kemudian lampu hijau satu kali kemungkinan voltase pada jaringan listrik PLN sedang di bawah 200 volt. Solusinya bisa di tambahkan alat penyetabil voltase = stavolt ( stabilizer voltase )
2. Baterai / SoC di MID 0%
A. Pastikan kabel CAN ( soket kabel 2 pin) baterai tidak kendor
B. Check kondisi baterai (pasang di unit lain)
3. Monitor panel / MID mati
A. Pastikan socket baterai tidak kendor.
B. Pastikan kabel pada MCB tidak kendor
C. Check kondisi main key
4. MID tidak muncul gambar " ON "
A. Pastikan saat rem di tekan muncul simbol rem (❗) (tanda seru) di MID
B. Jika menekan tuas rem dan di berengi dengan memutar main key, di lanjut menekan tombol start kemungkinan gambar "ON" tidak muncul, tetapi simbol 🅿️ "P" sudah hilang dan motor bisa di gas.
Jangan hanya fokus ke tulisan "ON" tapi perhatikan juga huruf "P" masih muncul atau tidak. jika tidak, sudah bisa di gas walaupun tulisan "ON" tidak muncul.

C. Jika sudah menekan tuas rem di barengi dengan menekan tombol start tetapi logo "P" masih muncul, kemungkinan kontactor pada tombol start kotor atau rusak.
5. Jam di MID error
A. Hubungkan aplikasi resmi gesits /GridConnect dengan motor, jika berhasil maka jam otomatis akan mengikuti waktu yang ada di HP.
B. Jika beberapa waktu kemudian jam error kembali, kemungkinan back up baterai CMOS CR1220 yang menempel di bawah MID perlu di ganti. Baterai tersedia di pasaran dan toko jam.
6. Rem ngunci, macet, gancet
A. Check keabnormalan rem
- posisikan motor dalam posisi standar 2
- putar manual roda, apakah terjadi keabnormalan. ( berat saat di putar manual)
B. lakukan bleeding, tekan tuas rem kemudian kendorkan sedikit baut nipple dengan kunci 8 sampai oli dan udara keluar sedikit, kemudian kencangan lagi. ( pastikan oli di recervoir tidak kurang )
C. jika minyak rem belum pernah di ganti atau di kuras, di sarankan untuk menguras / mengganti minyak rem. Dari pengalaman rekan rekan GRID sebagian minyak rem berubah menjadi GEL dan menyebabkan penyumbatan pada jalur minyak yang kecil dan berakibat piston kaliper rem macet/gancet dan tidak bisa kembali.
7. Motor mati mendadak
A. Pastikan socket baterai tidak kendor.
B. Pastikan kabel pada MCB tidak kendor
C. Pastikan sebelum mati mendadak motor tidak dipakai gas gasan atau ugal ugalan. Jika iya, kemungkinan terjadi proteksi pada BMS karena over current.
D. check kondisi main key biasanya terjadi kerusakan pada kontaktor.
8. Rush current baterai
A. Bagi user yang menerapkan paralel baterai, pastikan baterai 1 dan 2 dalam kondisi 100% semua sebelum memasang atau memparalel baterai, untuk mencegah terjadinya rush current yang mengakibatkan kerusakan pada baterai.
9. Socket baterai meleleh
A. Pastikan saat memasang socket ke baterai tidak kendor, hingga berbunyi "klik". Agar tidak timbul percikan dan panas yang menyebabkan socket meleleh karena kendor.
10. Charger overheat
A. saat pengecasan posisikan charger miring ( tombol posisi di samping, bukan di atas )
11. Motor low power, hilang tenaga, ngempos
A. Pastikan kabel MCB dan kabel yang menempel di controller tidak kendor.
B. Jika menggunakan double / paralel baterai, coba tukar baterai 1 dan 2.
C. Kosongkan energi listrik yang tersimpan di controller.
- posisikan MCB di posisi OFF
- lepas socket baterai.
- hidupkan kunci kontak sampai lampu/MID menyala sekejap untuk mengosongan energy listrik yang masih tersimpan di controller dan komponen electrical lainya.
- setelah energi listrik di kosongkan coba pasang socket baterai dan hidupkan kembali.
D. Solusi sementara lepas kabel CAN untuk beberapa waktu. ( tetapi hal ini tidak di sarankan karena bisa berakibat kabel konslet, kerusakan electrical dan MID tidak bisa berfungsi normal)
E. Saat pengecasan gunakan mode slow 3 ampere
F. Saat lampu indikator di charge sudah hijau jangan langsung di cabut, pertahankan beberapa saat biar cell baterai melakukan proses self balancing.
12. Controller rusak
Controller rusak bisa di sebabkan oleh :
A. mematikan kunci kontak saat motor masih melaju.
B. air masuk ke area controller
Untuk unit motor keluaran awal terutama tahun 2019/2020 ada 2 lubang ventilasi controller.
- Lubang ventilasi besar tepat di bawah controller.
- Lubang ventilasi kecil di belakang controller dekat slebor.
Sebaiknya lubang kecil di dekat slebor belakang di tutup, agar tidak berpotensi menimbulkan kerusakan saat motor di cuci atau saat riding posisi hujan. Untuk unit baru lubang ventilasi kecil sudah di tutup dari pabrik.
13. Apa arti SoC, SoH dan Cycle count
A. State of Charge (SoC) didefinisikan sebagai presentase sisa kapasitas baterai yang tersisa.
Misalnya, jika sebuah baterai memiliki kapasitas 1000mAh dan saat ini mengandung 800mAh, maka SoC-nya adalah 80% (800mAh/1000mAh x 100%).
B. State of health (SoH) adalah kondisi keseluruhan baterai dalam hal kapasitas dan kinerjanya. Ini menggambarkan seberapa baik baterai bekerja dibandingkan dengan kemampuannya ketika baterai itu baru. Semakin rendah persentase SoH, semakin rendah kapasitas baterai dan semakin buruk kinerjanya. Oleh karena itu, penting untuk memantau SoH baterai secara teratur untuk memastikan baterai bekerja secara optimal dan mengganti baterai yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau degradasi yang signifikan.
C. C-rate pada baterai mengacu pada laju pengosongan atau pengisian baterai dalam hubungannya dengan kapasitas baterai. C-rate dinyatakan sebagai rasio arus saat ini terhadap kapasitas baterai yang dinyatakan dalam ampere-hour (Ah).
Sebagai contoh, jika sebuah baterai memiliki kapasitas 1000mAh dan diisi dengan arus 500mA, maka C-rate pengisian baterai adalah 0,5C (500mA/1000mAh). Begitu pula, jika baterai tersebut dikosongkan dengan arus 1000mA, maka C-rate pengosongannya adalah 1C (1000mA/1000mAh).
Semakin tinggi C-rate, semakin cepat baterai akan terisi atau terkuras. Namun, perlu diingat bahwa C-rate yang tinggi dapat mempercepat proses degradasi baterai, sehingga penggunaan C-rate yang terlalu tinggi dapat mempersingkat umur baterai.
D. Cycle count adalah perkiraan baterai sudah berapa kali di lakukan pengecasan dari batas DoD hingga full.
14. Treatment baterai
Treatment baterai agar kesehatan baterai tidak cepat menurun.
A. Usahakan SoC baterai selalu di atas 40%
B. Usahakan temperatur baterai saat operasional di bawah 40 derajat celcius.
C. Gunakan mode slow 3 ampere saat pengecasan.
D. Usahakan melakukan pengecasan melalui port pada motor, untuk meminimalisir miss lepas pasang soket baterai.
15. Bunyi Duk Duk di area BLDC
Kemungkinan temperatur baterai lebih dari 50 derajat celsius sehingga BMS memprotect arus yang masuk ke baterai saat deselerasi/regenerativ braking sehingga timbul bunyi abnormal di area BLDC. Simplenya arus yang di hasilkan BLDC saat regeneratif braking tertolak oleh BMS.
16. KWH meter PLN ngetrip atau njeklek saat ngecas
Kwh meter ngetrip di sebabkan karena pemakaian daya listrik yang berlebihan.
Ada 2 opsi output arus pengecasan pada cas gesits.
A. 5 ampere = +-420 watt ( lampu kedip cepat )
B. 3 ampere = +-250 watt ( lampu kedip lambat ).
Tekan tombol bulat selama 2 detik untuk mengubah mode cas.
Saat pengecasan arus yang keluar dari cas normalnya langsung 5A atau +-420 watt. Bagaimana caranya agar arus yang keluar langsung di 3A atau +-250 watt dan bisa ngecas di KWH meter 450Va sekalipun?
1.Pastikan saklar cas posisi OFF.
2.Colok input cas ke listrik PLN dan output ke baterai atau motor.
3.Tekan dan tahan tombol bulat sambil posisikan saklar cas ke ON. Jika lampu sudah berkedip lepas tombol bulat.
17. Prosedur lepas pasang electrical
Agar terhindar dari short circuit / hubungan singkat.
A. posisikan MCB di posisi OFF
B. lepas socket baterai.
C. hidupkan kunci kontak untuk mengosongan energy listrik yang masih tersimpan di controller dan komponen electrical lainya.
18. Baterai boros, tidak seperti biasanya
A. pastikan tekanan udara ban depan dan belakang sesuai dengan standart. ( tidak kempes )
B. pastikan rem tidak ngunci/ macet/ gancet.
C. pastikan tekanan drive belt sesuai dengan standart kekencangan.
19. Tanda tanda belt sudah harus ganti
Kondisi drive belt sudah mulai timbul retak / crack di sisi giginya. Apabila sudah timbul retak, biasanya +-200km belt akan rawan putus (sesuai gaya berkendara). Sebaiknya sering sering di cek kondisi fisik belt nya.
20. Cara ganti drive belt
Alat/Kunci yang diperlukan ( L5, kunci 10 & 17)
1.Lepas rear hugger/spakbor kolong.
2.Kendorkan baut setelan belt.
3.Kendorkan baut as roda belakang.
4.Lepas baut swing arms kanan untuk menggeser belt ke kiri.
5.Ungkit swing arm, lepas drive belt, dan pasang yang baru.
6.Setting kekencangan drive belt.
21. Cara setting ketegangan drive belt
1.Kendorkan baut setelan kanan dan kiri.
2.Rapatkan nut/mur as roda.
3.Setel ketegangan belt, jangan terlalu kencang. Agak kendor saja, yang penting tidak slip.
4.Kencangkan baut setelan as kiri untuk menggeser posisi belt ke sisi kanan, dan sebaliknya kencangkan baut setelan as kanan untuk menggeser belt ke kiri.
5.Atur posisi drive belt di sebelah kanan. ( celah 0,5 mm dari sisi pembatas pulley.)
6.Jika sudah center, kencangkan mur as roda belakang.
7.Ground test.. jika timbul noise, kemungkinan terlalu mepet ke sisi pembatas pulley.
Untuk nomor 20 dan 21 bisa lihat di video by Dolland Motor -> Youtube
22. Cek moving part
A. Baut pulley
Cek berkala untuk memastikan baut pulley tidak kendor, apabila belum pernah membongkar baut pulley, lihat garis marking pada baut.

Kejadian seperti ini akibat dari baut kendor dan pulley mendapat torsi besar, yang mengakibatkan stress pada kepala baut.
23. Pengecekan rutin
A. Pengecekan rutin cairan rem pada sepeda motor sangat penting untuk menjaga kinerja dan keamanan sepeda motor Anda. Pastikan untuk memeriksa level cairan, mendeteksi tanda-tanda kebocoran atau kerusakan pada sistem rem, serta melakukan penggantian cairan rem setiap 20 ribu km atau 2 tahun sesuai dengan rekomendasi pabrik atau mekanik. Dengan melakukan hal tersebut, Anda dapat menjaga kinerja dan keamanan sepeda motor serta mencegah kerusakan yang lebih besar pada sistem suspensi depan.
Rekomendasi : cairan rem DOT 3
B. Mengganti oli shock breaker depan pada sepeda motor setiap 10 ribu km atau 2 tahun adalah hal yang penting untuk menjaga kinerja dan keamanan sepeda motor Anda. Oli shock breaker depan berfungsi untuk meredam getaran dan menstabilkan sepeda motor saat melewati jalan yang tidak rata. Seiring waktu, oli shock breaker depan akan terkontaminasi dengan kotoran dan debu dari lingkungan sekitar sehingga tidak lagi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Rekomendasi : Oli shock sae 10